
IOSALT menjadikan tunnel garam mengurus dirinya sendiri: sensor mengukur, fisika menghitung, AI memutuskan, dan petani cukup datang saat panen.
Angka di bawah dicatat tangan oleh petani lewat aplikasi setiap kali panen — bukan hasil timbangan otomatis atau sensor alat.
Titik di peta digeser acak beberapa ratus meter dari lokasi sebenarnya, demi keamanan alat yang berada di lahan terbuka tanpa penjaga — bukan koordinat pemasangan yang persis.
Sensor mengukur tiap menit, fisika menghitung penguapan, AI menentukan kapan panen.

Petani garam Indonesia berhenti berproduksi setiap musim hujan, dan sisanya bergantung pada tebakan mata: kapan brine cukup pekat, kapan harus panen. Akibatnya produksi rendah dan kualitas tidak stabil, sementara garam industri masih diimpor.
IOSALT dibangun di atas teknologi Greenhouse Salt Tunnel (GST) dari Universitas Brawijaya, rumah kristalisasi yang membuat produksi garam jalan sepanjang tahun,lalu menambahkan yang belum dimilikinya: sistem saraf. Sensor IoT menggantikan mata petani, model fisika menggantikan intuisi, dan AI LSTM memprediksi panen hingga ketepatan hitungan jam.
Hasilnya: evaporasi berjalan optimal 24 jam (termasuk malam yang tidak pernah dipakai petani manual), kualitas K1 (NaCl ≥95%) terjaga oleh kontrol kristalisasi, dan satu orang bisa mengawasi banyak tunnel dari HP.
Dibangun di atas teknologi Greenhouse Salt Tunnel (Universitas Brawijaya). IOSALT menambahkan lapisan kecerdasan di atasnya.
EC, kedalaman brine, suhu, kelembapan, dan status perangkat. Dari HP, dari mana saja.
LSTM memprediksi kapan garam siap panen lengkap dengan rentang keyakinan, seperti perkiraan tiba ojek online.
Fisika Dalton–Raoult–Penman menjaga evaporasi optimal siang-malam, dan melambat menjelang kristalisasi demi kemurnian K1.
Pencampuran brine metode paten GST berjalan terjadwal tanpa tenaga manual.
Internet putus? ESP32 tetap mengontrol dengan rumus fisika lokal dan menyimpan data ke microSD.
Penjadwalan batch bergilir mengubah siklus 12 hari menjadi ritme panen 5 harian.
Bukan gambar hiasan: ini tata letak dashboard IOSALT yang sebenarnya, lengkap dengan angka sensor, grafik salinitas, dan kartu prediksi panen. Bisa dibuka dari peramban mana pun, dan tetap enak dipakai dari layar HP di tengah tambak.
Antarmuka aplikasi berbahasa Indonesia. Mode Sederhana tersedia untuk tampilan angka besar di bawah sinar matahari.
Rumah plastik UV memerangkap panas, sehingga udara jadi 'haus' uap air.
Sensor mengukur seberapa cepat; AI tahu kapan harus membantu.
Evaporasi 1,7× lebih cepat, termasuk malam hari yang tak pernah dipakai petani manual.
Yang menguap hanya air; garam tertinggal makin pekat sampai panen K1.
Dua sisi yang sama sederhananya: perangkat di tunnel, dan website di genggaman.

Perakitan tunnel, kolam kristalisasi, dan panen pertama — direkam langsung di lokasi uji, Agustus 2026.












Masuk dengan akun demo dan saksikan prediksi panen, model fisika, dan kontrol otomatis di dashboard.
Masuk ke Dashboard